Selasa, 16 Agustus 2011

ETIKA MENGKRITIK

ETIKA MENGKRITIK

1. Pahami dan kuasai terlebih dahulu permasalahan yang akan kita kritisi tersebut. Sering saya melihat orang mengeluarkan pendapat atau opini atau kritik tanpa mengerti permaslahan sebenarnya, sehingga yang muncul adalah kesalah pahaman. Saya menyarankan, jika anda tidak mengerti atau tidak menguasai sebuah permasalahan lebih baik anda diam (tidak berpendapat/ mengkritik) dan mencari informasi tambahan.

2. Cara Anda Mengkritik. Cara mengkritik merupakan sebuah media/ saluran bagi kamu untuk menyampaikan kritik, opini atau uneg-uneg. Gunakanlah cara yang santun dan baik, selain itu jangan sampai kamu menyampaikan kritik secara emosional serta gunakanlah bahasa yang baik dan tidak ambigu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

3. Menyesuaikan dengan Sikon. Jika kamu mengkritik seseorang saya sarankan kamu untuk melihat situasi dan kondisi orang tersebut, perhatikan mood/ suasana hati orang tersebut. Dan jangan sekali-kali kamu menyampaikan kritik yang pedas di hadapan orang lain apalagi orang banyak. Selain membuat orang tersebut malu juga kurang etis, sampaikan kritik kamu ketika orang tersebut sendiri dengan suasana hati yang baik.

4. Jika orang/lembaga yang kamu kritisi/ kritik mau merubah diri atau melakukan apa yang kita sarankan, jangan sekali-sekali kamu merasa berjasa atau memiliki andil atas perubahan tersebut. Selain menimbulkan rasa ujub/ takabur, hal tersebut juga menunjukan secara tidak langsung bahwa diri andalah yang sesungguhnya harus dikritik.

Jangan lupakan yang namanya ‘niat’, ketika kamu mengkritisi atau memberi saran kepada orang lain niatkan sebagai bantuan perbaikan

Kamis, 30 Desember 2010

MENGKRITIK

1. Rindu kritik dan Nasehat

Kita harus memposisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi, dinasehati, seperti rindunya kita bercermin agar selalu rapih.Kita harus belajar senang mencari kritik dan koreksi dari orang lain.

Kita senang bercermin, sebab bercermin membuat kita tahu rambut bagian mana yang tidak rapih, pipi sebelah mana yang bedaknya terlalu tebal, atau mungkin mata sebelah mana yang masih dihuni mahluk kecil apapun namanya? Karena setelah bercermin, kita bisa benahi rambut yang kusut jadi lebih rapih, dan penampilan yang semrawut berubah jadi baik.
Begitulah semestinya, sikap hati kita terhadap kritik. Akan jadi lebih baik bila persepsi ini senantiasa dihujamkan dalam hati bahwa:
-Kritik itu penting.
-Kritik kunci kesuksesan dan kemajuan.
-Kritik pembuka prestasi dan pengangkat derajat.
-Kritik adalah jalan untuk menjadi lebih baik.

2. Cari & Tanya
Pertanyaan yang kita sampaikan kepada teman adalah jangan bertanya,”bagus tidak ?”, Sukseskah saya ?”. Tapi baliklah bertanya,”Apa yang kurang yang harus saya perbaiki?”, “Apa yang mesti saya sempurnakan?” Kesalahan mana yang perlu dikoreksi ? “Apa yang kurang ya ? Belajar bertanya pada orang lain dan nikmati saran-saran yang mereka lontarkan. Miliki teman-teman yang mau jujur mengoreksi kita.
Bertanyalah kepada istri, suami, anak, atau karyawan, karena sikap ini tidak akan mengurangi kemulyaan !

3. Nikmati Kritik
Persiapkan diri untuk menerima kenyatan bahwa koreksi itu tidak selalu sesuai keinginan dengan kita. Ada kalanya isinya benar, caranya salah.Kita harus bersyukur dan bersabar. Ada masanya isinya benar caranya benar. Menyikapi ini kita sangat bersyukur karena nikmat sekali menerima koreksi seperti ini. Kadang pula terjadi isinya salah, meski caranya benar, kita harus tetap berterima kasih dan memaafkan. Dan yang tidak mustahil adalah isinya salah dan caranya pun, salah! Maka sikap terbaik adalah memaafkan dan menghadapinya dengan kesabaran

4. Evaluasi Diri

Jujur lah pada diri sendiri tentang kritik dan koreksi yang datang. Renungi dalam hati mungkin ini adalah jawaban atas do’a kita untuk minta selalu ditunjuki jalan yang lurus.

SENI MENGKRITIK

Dasar yang penting sebelum kita mengkritik adalah kita menginginkan perubahan menuju keadaan kehidupan yang lebih baik bagi orang yang dikriti . Maka ada hal-hal yang sebaiknya diperhatikan yaitu:

1. Niat Harus Ikhlas
Niatkanlah bahwa koreksi yang disampaikan adalah tulus untuk membantunya tahu akan kesalahannya, mendukungnya agar ia termotifasi untuk memperbaiki dirinya. Jangan merasa lebih tinggi, lebih hebat, karena kesombongan kita mengakibatkan mutu kalimat/kata menjadi rendah. Menggurui atau merendahkan tentunya tidak diharapkan oleh siapapun.

2. Perhatikan situasi dan kondisi
Orang yang sedang senang dengan yang berduka tentu berbeda kepekaannya.Orang yang sehat dengan yang sakit juga berbeda daya terima dalam menghadapi kritik. Maka sebaik-baik situasi adalah keadaan yang tenang, sehat, kondisi hati kedua pihak sedang lapang, dan dilakukan saat situasi yang akrab dan bersahabat.

3. Perhatikan Cara
Yang pertama jangan emosional, jangan memperturutkan hawa nafsu dan kemarahan. Sebab dengan marah akan menjadi tidak jelas apa yang disampaikan. Dan berisiko terhadap kesalahpahaman.
Yang tidak kalah penting, kita harus membantu oang tersebut untuk menemukan solusi terbaik, langkah yang harus dilakukan untuk memperbaiki kondisinya. Gambarkan keuntungan jikalau ia memperbaiki diri. Ini agar ia termotifasi untuk melakukan perubahan, melepaskan sifat-sifat buruknya dan maju untuk meningkatkan prestasinya.
Hasilnya, orang yang dikritik tidak merasa sedang dipojokkan. Ia seakan masuk dalam ruang informasi yang jelas, tidak ragu dan bersyukur karena ia mendapat apa yang dia dibutuhkan.
Pada Prinsipnya orang ingin menjadi lebih baik.Sehingga kita harus meyakinkan bahwa koreksi ini adalah untuk kebaikan dirinya. Sehingga akhirnya orang tersebut justru merasa sangat beruntung menerima kritikan.

4. Pantangan
Pantangan dalam mengkritik adalah jangan sekali-kali mengkritik didepan orang banyak. Karena hal itu dapat diartikan sebagai upaya mempermalukan dirinya. Sehingga selama mendengar kritik kita yang bersangkutan lebih sibuk Manahan rasa malu, repot menghadapi perasaan tertekan, lebih sakit hati dan bahkan memendam dendam dardari mendengarkan koreksi itu.

5. Siap Untuk Ditolak
Kita harus siap bahwa koreksi kita belum tentu diterima. Bisa jadi karena caranya kurang bagus, atau karena dia punya persepsi yang berbeda terhadap apa yang kita anggap layak dikoreksi.

6. Jangan Merasa Berjasa.
Ujian bagi kita, ketika orang yang kita koreksi ternyata mau mengubah dirinya sesuai yang kita anjurkan dan berhasil! Andai kita merasa itu karena jasa kita, hasil kebaikan kita, maka yang demikian sebenarnya yang lebih layak menerima koreksi. adalah diri kita sendiri! Jadi jangan sampai kesuksesan orang membuat kita lupa diri

Setebal-tebalnya telinga, mendengar sebuah kritikan pasti menimbulkan rasa tak sedap. Itu sebabnya kita perlu berhati-hati dalam mengkeritik atau melontarkan keritik ada seseorang sekalipun anda bermaksud baik. Pertimbangkan hal-hal berikut dalam menyampaikan sebuah kritikan.

  1. Fokus pada apa yang menjadi masalah, bukan pada pribadinya
  2. Hindari membuat generalisasi
  3. Sampaikan dengan bahasa sehalus mungkin, tapi jangan sampai mengaburkan makna dan menyebabkan pemahaman yang keliru
  4. Jangan asal mengkritik. Berikanlah gagasan atau solusi untuk membuat hal yang anda kritik menjadi lebih baik
  5. Pilih waktu yang tepat untuk menyampaikannya

Senin, 22 Februari 2010

MENULIS PUISI

MENULIS PUISI

Puisi adalah susunan kata yang indah, bermakna, dan terikat konvensi(aturan) serta unsur-unsur bunyi. Menulis puisi biasanya dijadikan media untuk mencurahkan perasaan, pikiran, pengalaman, dan kesan terhadap suatu masalah, kejadian, dan kenyataan di sekitar kita.

Tahap-tahap penciptaan puisi melalui empat tahap penting, yaitu sebagai berikut:

1. Pencarian ide, dilakukan dengan mengumpulkan tau menggali informasi melalui membaca, melihat, dan merasakan terhadap kejadian/peristiwa dan pengalaman(pribadi), sosial(masyarakat), ataupun universal(kemanusiaan dan ketuhanan).

2. Perenungan, yakni memilih atau menyaring informasi(masalah, tema, ide, gagasan) yang menarik dari ide yang didapat. Kemudian memikirkan, merenungkan, dan menafsirkan sesuai dengan konteks, tujuan, dan pengetahuan yang dimiliki.

3. Penulisan, merupakan proses yang paling genting dan rumit. Penulisan ini mengerahkan energi kreatif(kemampuan daya cipta), intuisi, dan imajinasi(peka rasa dan cerdas membayangkan), serta pengalaman dan pengetahuan. Untuk itulah, tahap penulisan hendak mencari dan menemukan kata ataupun kalimat yang tepat, singkat, padat, indah, dan mengesankan. Hasilnya kata-kata tersebut menjadi bermakna, terbentuk, tersusun, dan terbaca sebagai puisi.

4. Perbaikan atau revisi, yaitu pembaca ulang terhadap puisi yang telah diciptakan. Ketelitian dan kejelian untuk mengoreksi rangkaian kata, kalimat, baris, bait, sangat dibutuhkan. Kemudian, mengubah, mengganti, atau menyusun kembali setiap kata atau kalimat yang tidak atau kurang tepat. Oleh karena itu, proses revisi atau perbaikan ini memakan waktu lama hingga puisi tersebut telah dianggap ''menjadi'' tidak lagi dapat diubah atau diperbaiki oleh penulisnya.

KALIMAT LANGSUNG

Kalimat Langsung dan Tak Lansung
September 14, 2007 • No Comments

Kopentensi :
1. Siswa dapat menuliskan kalimat langsung dengan benar.
2. Siswa dapat mengubah kalimat langsung ke tak langsung atau sebaliknya
3. Siswa dapat menggunakan dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari
Kalimat langsung adalah : Kalimat hasil kutipan pembicaaraan seseorang persis seperti apa yang dikatakannya.
Contoh :
Kata Desmon,” Anggel nanti pulangnya saya antar!”
“Anggel Nanti pulangkanya kamu saya antar ya?” kata Desmon.
Kata Desmon disebut kalimat pengiring.
Jikapengiring di belakang perhatikan tanda baca sebelum tanda kutib( Jika kalimat tanya dan perintah sebelum tanda kutib menggunakan tanda ? atau ! jika kalimat berita menggunakan koma. Selain itu Huruf awal di pengiring huruf kecil perhatikan contoh berikut.
1. ” Kapan bukuku kamu kembalikan?“ tanya Samid.
2. ” Belikan saya mobil baru!“ pinta Tria.
3. ” Saya akan datang nanti malam,“ kata Hamid.
Perubahan Kalimat Langsung ke Tak Langsung
Dalam perubahan bentuk ini perhatikan perubahan kata gantinya:
Langsung —>Tak Lansung
Saya —-> Dia
Kamu —–> Saya
Kalian —–> Kami
Kami —–> Mereka
Kita —–> Kami
Ada alternatif lain agar tidak menghafal :
Caranya Posisikan diri anda menjadi orang yang diajak bicara setelah itu informasikan kepada orang ketiga.
Contoh : Kata Dhani,” Coba kamu bantu saya menyelesaikan tugas ini!”
Maka anda menjadi orang yang diajak bicara Dhani,
Setelah itu ada orang lain yg bertanya : Dhani tadi bicara apa?
jawab: Dhani mengatakan supaya saya membatu dia menyelesaikan tugas.
Jawaban anda itulah kalimat tak langsungnya.
Selamat mencoba.
1. Paman mengatakan,” Pulanglah kalian secepatnya karena sebentar lagi hujan turun.”
2. Kata Ketua Rombongan,” Terimakasih atas sambutan kalian kepada kami pada acara kunjungan kami,”
Kalimat Tak Lansung.
Kalimat menyatakan isi ujaran orang ketiga tanpa mengulang kata-katanya secara
Cara merubah Kalimat tak langsung ke Kalimat langsung.
Contoh :
Webby mengatakan bahwa dia akan datang kerumahku nanti sore.
Untuk merubahnya maka anda harus :
1. Menerka kira-kira Webby bicaranya apa saat itu.
2. Ubahlah kembali ke Tak Langsung lagi sebagi cek ulang.
Hasilnya :
Kata Webby,” Saya nanti sore akan kerumahmu.”

Selasa, 17 November 2009

Membuat Slogan dan Poster

Slogan

- Slogan merupakan perkataan / kalimat yang menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu. Slogan dapat digunakan dalam dunia periklanan dan dunia kampanye. Setiap slogan harus mengikuti jaman. Slogan juga dibuat untuk memacu semangat suatu kelompok atau menjadi cita-cita suatu lembaga / organisasi. Banyak daerah yang membuat slogan diakronimkan.

- Cara membuat slogan: Pahami fungsi slogan, pahami siapa khayalak yang menjadi tujuan utama slogan.

-Agar slogan selalu diingat orang: Slogannya harus brupa hal baru, unik, atau berupa gagasan besar. Gunakan permainan bunyi dalam kata, penggabungan kata, dan musikalitas pengucapan slogan seperti sebuah ungkapan yang dinyanyikan. Ungkapan slogan dalam bentuk satu kata / gabungan kata / kalimat pendek.

Poster

-Poster merupakan iklan / pengumuman yang diproduksi secara masal, biasanya dicetak / ditulis di atas kertas berukuran besar dan dipasang di tempat umum. Biasanya poster berisi gambar warna-warni, / ilustrasi dan juga teks pendek atau merek tertentu.

-pada umumnya poster memiliki tujuan komersial untuk mengiklankan produk atau mengumumkan suatu pentas hiburan. Terkadang poster juga berfungsi sebagai pengumuman untuk mendidik masyarakat, alat propaganda, atau murni suatu hasil karya seni tanpa maksud-maksud tersembunyi.

-Cara membuat poster: Tentukan konsep pokok yang akan dipublikasikan. Pahami kembali inti sari / pernyataan pokok. Tentukan ukuran poster. Tentukan unsur-unsur apa yang akan dibutuhkan dalam membuat poster. Lalu, buat sketsa poster, tulislah dengan huruf yang dapat dilihat dalam jarak 7-10 meter, kemudian diwarnai.

*Poster dan slogan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Biasanya kata-kata dalam poster berupa slogan, dan slogan biasanya dipublikasikan melalui poster.

Membuat Slogan dan Poster
Slogan
- Slogan merupakan perkataan / kalimat yang menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu. Slogan dapat digunakan dalam dunia periklanan dan dunia kampanye. Setiap slogan harus mengikuti jaman. Slogan juga dibuat untuk memacu semangat suatu kelompok atau menjadi cita-cita suatu lembaga / organisasi. Banyak daerah yang membuat slogan diakronimkan.
- Cara membuat slogan: Pahami fungsi slogan, pahami siapa khayalak yang menjadi tujuan utama slogan.
-Agar slogan selalu diingat orang: Slogannya harus brupa hal baru, unik, atau berupa gagasan besar. Gunakan permainan bunyi dalam kata, penggabungan kata, dan musikalitas pengucapan slogan seperti sebuah ungkapan yang dinyanyikan. Ungkapan slogan dalam bentuk satu kata / gabungan kata / kalimat pendek.
Poster
-Poster merupakan iklan / pengumuman yang diproduksi secara masal, biasanya dicetak / ditulis di atas kertas berukuran besar dan dipasang di tempat umum. Biasanya poster berisi gambar warna-warni, / ilustrasi dan juga teks pendek atau merek tertentu.
-pada umumnya poster memiliki tujuan komersial untuk mengiklankan produk atau mengumumkan suatu pentas hiburan. Terkadang poster juga berfungsi sebagai pengumuman untuk mendidik masyarakat, alat propaganda, atau murni suatu hasil karya seni tanpa maksud-maksud tersembunyi.
-Cara membuat poster: Tentukan konsep pokok yang akan dipublikasikan. Pahami kembali inti sari / pernyataan pokok. Tentukan ukuran poster. Tentukan unsur-unsur apa yang akan dibutuhkan dalam membuat poster. Lalu, buat sketsa poster, tulislah dengan huruf yang dapat dilihat dalam jarak 7-10 meter, kemudian diwarnai.

*Poster dan slogan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Biasanya kata-kata dalam poster berupa slogan, dan slogan biasanya dipublikasikan melalui poster.

GAGASAN UTAMA

Gagasan Utama dalam Paragraf

Salah satu pokok bahasan dalam pelajaran bahasa Indonesia baik di SD, SMP, maupun SMA adalah mengenai Gagasan Utama dalam Paragraf. Nama lain dari gagasan utama adalah ide pokok, gagasan pokok, atau ide sentral. Jadi, kalian jangan bingung ketika membaca soal ataupun tulisan dengan menggunakan nama yang berbeda-beda ini. Pada dasarnya, mereka adalah satu, alias saudara kembar.

Apa yang dimaksud dengan gagasan utama itu?
Kita harus tahu bahwa setiap paragraf yang baik haruslah mempunyai gagasan utama. Gagasan utama adalah ide atau tema yang menjiwai paragraf tersebut. Artinya, paragraf yang bersangkutan hanya membahas tentang itu, bisa memperdalam, atau memberi contoh-contohnya.

Sifat gagasan utama adalah umum. Ketika membaca paragraf, temukan kalimat yang bermakna umum, jangan mencari yang maknanya khusus atau spesifik. Jika kamu sudah menemukannya, berarti kamu sudah mendapatkan gagasan utamanya. Tidak sulit bukan?

Selalu dan selalu dalam ulangan ataupun ujian nasional, ada pertanyaan mengenai gagasan utama ini. Berarti, ini adalah pokok bahasan yang penting. Pertanyaannya bisa berupa menanyakan letak gagasan utamanya, ataupun menanyakan apa gagasan utamanya.

Mari kita bahas satu per satu. Di manakah letak gagasan utama dalam sebuah paragraf? Kalian harus membayangkan sebuah paragraf yang terdiri dari beberapa kalimat. Karena sebenarnya syarat paragraf yang baik memang harus terdiri dari beberapa kalimat, di mana ada gagasan utama yang tertuang dalam kalimat utama atau kalimat pokok, dan ada beberapa kalimat penjelas, yang memperjelas gagasan utama tersebut.

Jadi, di manakah letak gagasan utamanya?
1. Di awal paragraf. Ini adalah tempat favorit gagasan utama. Bisa dikatakan, 75%-80% gagasan utama terletak di sini. Mengapa? Karena rupanya para penulis hampir selalu memulai paragrafnya dengan menuliskan gagasan utamanya, yaitu kalimat yang bersifat umum itu dan kalimat-kalimat berikutnya merupakan penjelas dari gagasan utama itu.
Contoh:
Ada banyak cara yang orang lakukan untuk mengisi hari pertamanya di tahun baru. Ada yang menyambut fajar pertama di puncak gunung, bersenang-senang dengan konvoi kendaraan bermotor, atau merayakannya dengan pesta kembang api, atau mungkin merayakannya dengan pasangan masing-masing.
Gagasan utamanya: Cara orang mengisi hari pertama di tahun baru.

2. Di akhir paragraf. Banyak juga paragraf yang seperti ini. Artinya, paragraf itu dimulai dengan rincian, baru ditutup dengan pernyataan umum.
Contoh:
Ada orang yang menyambut fajar pertama di puncak gunung, ada yang memilih bersenang-senang dengan konvoi kendaraan bermotor. Akan tetapi, ada juga yang memilih menyambut tahun baru dengan pesta kembang api, atau mungkin merayakannya dengan pasangan masing-masing. Ya, itulah berbagai cara yang dilakukan orang untuk mengisi hari pertamanya di tahun baru.
Gagasan utamanya: Berbagai cara orang mengisi hari pertama di tahun baru.

3. Di awal paragraf dan diulang lagi di akhir paragraf. Paragraf yang seperti ini, berarti dimulai dengan pernyataan umum dan diakhiri dengan pernyataan umum lagi. Pengulangan ini tidak sama 100%, tapi kata-kata yang dipergunakan kurang lebih sama.
Contoh:
Ada banyak cara yang orang lakukan untuk mengisi hari pertamanya di tahun baru. Ada yang menyambut fajar pertama di puncak gunung, bersenang-senang dengan konvoi kendaraan bermotor, atau merayakannya dengan pesta kembang api, atau mungkin merayakannya dengan pasangan masing-masing. Ya, itulah berbagai cara yang dilakukan orang untuk menyambut tahun baru.
Gagasan utamanya: Cara orang mengisi hari pertama di tahun baru.

4. Di seluruh isi paragraf. Letak gagasan utama terakhir ini hanya didapati di dalam prosa/cerita-cerita. Itulah sebabnya paragraf yang seperti ini disebut 'paragraf deskriptif atau paragraf naratif'. Ingat kan arti narasi? Ya betul, narasi artinya cerita. Mengapa ada di seluruh isi paragraf? Itu pertanyaan yang bagus karena tahu sendiri, namanya juga cerita, jadi semua kalimatnya saling bertautan alias berhubungan. Jadi, tidak ada yang khusus berisi gagasan utama.
Contoh:
Salah satu kerinduan ibu saya adalah melihat kami, anak-anaknya, dapat menyelesaikan pendidikan dan mendapat pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikan kami masing-masing. Di atas semua kerinduan itu, ia menanamkan kepada kami sikap yang takut akan Tuhan dan hati yang mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Ibu selalu mengajarkan. "Kalau bukan Tuhan yang menyertai dan memberkati usaha yang kita lakukan, maka semua usaha dan kekuatan yang kita kerahkan akan sia-sia. Karena itu, berdoalah untuk setiap hal yang sudah kita rencanakan dan mintalah tuntunan serta campur tangan-Nya.
Gagasan utamanya: Kerinduan dan ajaran ibu.

Membuat rangkuman materi paragraf atau alinea :

1. Pengertian paragraf :

Paragraf merupakan bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran.

2. Syarat paragraf yang baik :

1). Kepaduan paragraf

Yaitu kemampuan merangkai kalimat sehingga bertalian secara logis dan padu. Agar kalimat-kalimat bertahan secara logis dan padu maka menggunakan kata penghubung yaitu kata penghubung intrakalimat dan kata penghubung antarkalimat.

Kata penghubung intrakalimat : kata yang menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat. Sedangkan kata penghubung antarkalimat adalah kata yang menghubungkan kalimat yang satu dengan yang lainnya.

Contoh penghubung intrakalimat yaitu karena, sehingga, tetapi, sedangkan, apabila, jika, maka, dan lain-lain. Contoh kata penghubung antarkalimat yaitu oleh karena itu, jadi, kemudian, namun, selanjutnya, bahkan, dan lain-lain.

2). Kesatuan paragraf

Kesatuan adalah tiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Kalimat utama diletakkan di awal paragraf ( deduktif ) atau di akhir paragraf ( induktif ).

3). Kelengkapan paragraf

Sebuah paragraf dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjuk pokok pikiran atau kalimat utama.

3. Pengembangan paragraf :

Paragraf dapat dikembangkan dengan cara pertentangan, perbandingan, analogi, contoh, sebab akibat, definisi, dan klasifikasi.

1) Cara Pertentangan

Pengembangan paragraf dengan cara pertentangan biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti berbeda dengan, bertentangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan, akan tetapi, dan bertolak belakang dari.

Contoh :

Indeks harga saham berguguran, nilai uang rupiah jatuh terhadap dollar AS, dan krisis itu mencekam dunia perbankan. Karena itu, amat dapat dimaklumi, prospek perekonomian 2009 dalam kacamata waktu itu sungguh buram.

Penjualan mobil pada Juni dan Juli 2009 sudah menyamai rata-rata penjualan bulanan sepanjang 2008. Sedangkan, produk utama ekspor kita-batu bara dan kelapa sawit-merasakan harga yang tidak terlalu buruk sehingga menghasilkan daya beli bagi daerah penghasil komoditas itu untuk produk-produk industry dari Jawa ( Kompas, 2009 : 6 ).

Indonesia dijadikan model dengan 90 persen penduduk berusia 15-54 tahun melek aksara. Akan tetapi, kalau prestasi ini tampaknya belum ada titik tamu dengan peringkat Indeks Pembangunan Manusia ( HDI ), itu belum merupakan simbiosis mutualistis ( Kompas, 2009 : 6 ).

2) Cara Perbandingan

Pengembangan paragraph dengan cara perbandingan biasanya menggunakan ungkapan seperti serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, akan tetapi, sedangkan, dan sementara itu.

Contoh :

Belasan wartawan Hongkong ini berkerumun di gerbang kantor penghubung Pemerintah China di Hongkong seraya menyanyikan slogan, “Kekerasan terhadap wartawan itu tindakan tak terpuji”. Tak seperti halnya di belahan di China, bekas Koloni Inggris ini memang maasih menjanjikan kebebasan hak-hak sipil serta tempat berkembangnya industri media. Selain dikenal “agresif” terhadap sejumlah kebijakan China, media pers Hongkong juga menyajikan liputan yang relatif tanpa sensor.

Sementara itu, Radio RTHK memberitakan, polisi Urumqi, ibu kota Propinsi Xinjiang, menahan dua jurnalisnya dan tiga wartawan Hongkong lainnya hari Minggu ( Kompas : 10 ).

3) Cara Analogi

Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan. Biasanya, pengembangan anlogi dilakukan dengan bantuan kiasan. Kata-kata yang digunakannya yaitu ibaratnya, seperti, dan bagaikan.

Contoh :

Dana program kemitraan bina lingkungan badan usaha milik Negara, seperti Jamsostek, diminati para pekerja kreatif lapangan. Dengan dana tersebut, mereka mengembangkan warung ramah ( Kompas, 2009 : 21 ).

4) Cara contoh-contoh

Kata seperti, misalnya, contohnya, dan lain-lain adalah ungkapan-ungkapan dalam pengembangan dalam mengembangkan paragraf dengan contoh.

Contoh :

Sebagian besar, hipertensi tidak memiliki penyebab khusus. Ada hipertensi yang muncul begitu saja karena orang tua mengalami hipertensi. Penyebab lain adalah karena penyakit-penyakit tertentu. Contohnya penyakit ginjal ( ginjal hipertensi ) da gangguan-gangguan hormon, tumor, kadar kolesterol tinggi, dan terkena diabetes dalam waktu lama membuat aliran darah menjadi tinggi dan menyebabkan kerusakan pada bagian dalam pembuluh darah. Kerusakan dan terjadinya endapan-endapan lemak di dalam darah menyebabkan pembuluh darah mengerut dan tekannya menyingkat ( Majalah Sekar : 99 ).

5) Cara Sebab Akibat

Pengembangan paragraf dengan cara sebab akibat dilakukan jika menerangkan suatu kejadian, baik dari segi penyebab maupun dari segi akibat. Ungkapan yang digunakan yaitu padahal, akibatnya, oleh karena itu dan karena.

Contoh :

Wakil Ketua Kelompok Kerja Perempuan Majelis Rakyat Papua Frida Klasin mengungkapkan, masyarakat adat sudah terlalu lama mengalami perampasan hak dan terpinggirkan dalam kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, momentum konsultasi publik itu diharapkan menjadi titik tolak bagi keikutsertaan masyarakat adat dalam proses-proses perumusan kebijakan selanjutnya ( Kompas, 2009 : 21 ).

Banyak anggota DPR yang mangkir membuat rapat tidak mencapai kuorum sehigga tak bisa dilaksanakan. Padahal agenda rapat sangat penting dan perlu diselesaikan segera ( Kompas, 2009 : 4 )

6) Cara Definisi

Adalah, yaitu, ialah, merupakan adalah kata-kata yang digunakan dalam mengembangkan paragraph dengan cara definisi.

Contoh :

Berdasarkan Kamus Besar bahasa Indonesia, arti arisan adalah kegiatan pengumpulan uang atau barang yang bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yang memperolehnya. Undian dilaksanakan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya.

7) Cara Klasifikasi

Cara klasifikasi adalah pengembangan paragraf melalui pengelompokkan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Kata-kata atau ungkapan yang lazim digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan.

Contoh :

Menurut psikolog Andreas Hapsoro yang membuat para ibu sulit membedakan antara urusan kantor dan pribadi dapat dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor internal atau persoalan pribadi yang dialami oleh ibu bekerja dan faktor eksternal atau di luar persoalan pribadi si ibu bekerja ( Majalah Sekar, 2009 : 30 ).

v Karangan Narasi, Deskripsi, Eksposisi, Argumentasi, dan Persuasi

1. Narasi

Narasi adalah jenis karangab yang bertujuan untuk menceritakan suatu pokok persoalan.

Persoalan atau peristiwa dalam narasi :

· Biasanya disampaikan secara kronologis dan mengandung plot atau rangkaian cerita.

· Di dalamnya ada tokoh yang diceritakan, baik manusia maupun bukan manusia.

2. Deskripsi atau Lukisan

· Bersifat informatif

· Tulisan didasarkan atas hasil pengamatan

· Pembaca diajak menikmati apa yang telah dinikmati (meniru kesan) penulis.

· Susunan peristiwa tidak menjadi pertimbangan utama, yang penting pesan sampai kepada pembaca.

3. Eksposisi atau Paparan

Eksposisi adalah jenis karangan yang bertujuan menerangkan suatu pokok masalah atau pikran yang dapat memperluas pengetahuan seseorang atau pembaca. Untuk mempertegas masalah yang disampaikan biasanya dilengkapi dengan data-data kesaksian, seperti gambar, grafik, statistik, dan sebagainya. Jika dalam deskripsi kesan subjektif pengarang tampak lebih menonjol, dalam eksposisi tidak.

4. Argumentasi

Argumentasi adalah jenis karangan yang berisi ide atau gagasan yang dilengkapi bukti-bukti kesaksian yang dijalin menurut proses penalaran yang kritis dan logis, dengan tujuan mempengaruhi pembaca untuk menyatakan persetujuannya.

5. Persuasi

Persuasi adalah karangan yang disampaikan dengan cara-cara tertentu, bersifat ringkas, menarik, dan mempengaruhi secara kuat kepada pembaca sehingga si pembaca terhanyut oleh siratan isinya.

v Macam-macam paragraf :

a. Berdasarkan tujuannya

1). Paragraf Pembuka : Parafgraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.

2). Paragraf Penghubung : Paragraf penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang daripada alinea pembuka.

3). Paragraf Penutup : Paragraf penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) mengenai hal-hal yang dianggap penting.

b. Berdasarkan letak kalimat utama

1). Paragraf deduktif :

1. letak kalimat utama di awal paragraf

2. dimulai dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.

2). Paragraf induktif :

1. letak kalimat utama di akhir paragraf

2. diawali dwngan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.

3). Paragraf campuran :

1. letak kalimat utama di awal dan di akhir paragraf

2. kalimat utama yang terletak di akhir bersifat penegasan kembali, dengan susunan kalimat yang agak berbeda.

c. Berdasarkan isi, antara lain :

1). Paragraf deskripsi : kalimat utama tak tercantum secara nyata tema paragraf tersifat dalam keseluruhan paragraf biasa dipakai untuk melakukan sesuatu, hal, keadaan, situasi dalam cerita.

2). Paragraf proses : tidak terdapat kalimat utama pikiran utama tersirat dalam kalimat-kalimat penjelas memaparkan urutan suatu kejadian atau proses, meliputi waktu, ruang, klimaks, antiklimaks.

3). Paragraf efektif : paragraf efektif ialah alinea yang memenuhi ciri paragraf yang baik, alinea terdiri atas satu beberapa kalimat terdirei atas satu pikiran utama dan lebih dari satu pikiran penjelas tidak boleh ada kalimat sumbang ada koherensi antarkalimat.